Minggu, 06 Maret 2011

kebudayaan penduduk kalimantan tengah

KEBUDAYAAN PENDUDUK KALIMANTAN TENGAH

Kalimantan Tengah adalah salah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibukotanya adalah Palangka Raya.
Provinsi ini mempunyai 13 kabupaten dan 1 kotamadya.
Sejarah
Pada abad ke-14 Lambung Mangkurat memerintah kerajaan Negara Dipa dengan wilayahnya dari Tanjung Silat sampai Tanjung Puting dengan daerah-daerah yang disebut Sakai, yaitu daerah sungai Barito, Tabalong, Balangan, Pitap, Alai, Amandit, Labuan Amas, Biaju Kecil/Kapuas, Biaju Besar/Kahayan, Sebangau, Mendawai, Katingan, Sampit dan Pembuang yang berada dibawah para Mantri Sakai, tidak termasuk wilayah Kotawaringin yang di masa itu merupakan kerajaan tersendiri.
Selanjutnya Kalimantan Tengah masih termasuk dalam wilayah Kesultanan Banjar, penerus Negara Dipa. Pada abad ke-16, berkuasalah Raja Maruhum Panambahan yang beristrikan Nyai Diang Lawai, seorang puteri Dayak anak Patih Rumbih dari Biaju. Raja Maruhum memerintahkan Dipati Ngganding untuk memerintah di negeri Kotawaringin. Dipati Ngganding digantikan oleh menantunya, yaitu Pangeran Dipati Anta-Kasuma putra Raja Maruhum sebagai raja Kotawaringin yang pertama dengan gelar Ratu Kota Waringin. Pangeran Dipati Anta-Kasuma adalah suami dari Andin Juluk, putri Dipati Ngganding dan Nyai Tapu puteri Mantri Kahayan. Di Kotawaringin Pangeran Dipati Anta-Kasuma menikahi wanita setempat dan memperoleh anak, yaitu Pangeran Amas dan Putri Lanting. Pangeran Amas yang bergelar Ratu Amas inilah yang menjadi raja Kotawaringin, penggantinya berlanjut hingga Raja Kotawaringin sekarang, yaitu Pangeran Ratu Alidin Sukma Alamsyah.
Sesuai traktat 13 Agustus 1787, Sultan Tahmidullah II dari Banjar menyerahkan daerah-daerah di Kalimantan Tengah, Kalimatan Timur, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada VOC, sedangkan Kesultanan Banjar sendiri dengan wilayahnya yang tersisa (daerah Martapura sampai Tamiang Layang-Mangkatip) menjadi daerah protektorat VOC, Belanda. Pada tanggal 4 Mei 1826 Sultan Adam al-Watsiqu Billah dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Kalimantan Tengah beserta daerah lainnya kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.
Kondisi dan Sumber Daya Alam
Kondisi Alam
Bagian Utara terdiri Pegunungan Muller Swachner dan perbukitan, bagian Selatan dataran rendah, rawa dan paya-paya. Berbatasan dengan tiga Provinsi Indonesia, yaitu Kalimantan Timur, Selatan dan Barat serta Laut Jawa. Wilayah ini beriklim tropis lembab yang dilintasi oleh garis equator.
Keanekaragaman Hayati
Banyak yang belum diketahui, dengan ragam wilayah pantai, gunung/bukit, dataran rendah dan paya, segala macam vegetasi tropis mendominasi alam daerah ini. Orangutan merupakan hewan endemik yang masih banyak di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki areal mencapai 300.000 ha di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Terdapat beruang, landak, owa-owa, beruk, kera, bekantan, trenggiling, buaya, kukang, paus air tawar (tampahas), arwana, manjuhan, biota laut, penyu, bulus, burung rangkong, betet/beo dan hewan lain yang bervariasi tinggi.
Sosial Kemasyarakatan
Suku Bangsa
Busana Adat Kotawarigin Barat yang dipengaruh budaya Melayu-Banjar dan Jawa.
Sebutan umum suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah adalah suku Dayak Ngaju (dominan), suku lainnya yang tinggal di pesisir adalah Banjar Melayu Pantai merupakan 24,20% populasi. Disamping itu ada pula suku Jawa, Madura, Bugis dan lain-lain. Gabungan suku Dayak (Ngaju, Sampit, Maanyan, Bakumpai) mencapai 37,90%.[2]
Suku Dayak di Kalimantan Tengah antara lain:
Agama
Seperti daerah lain di Indonesia, di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat berbagai jenis agama dan kepercayaan yang menyebar diseluruh daerah ini, antara lain :
  1. Islam
  2. Kristen Prostestan
  3. Katolik
  4. Hindu Bali
  5. Budha
  6. Hindu Kaharingan
Kaharingan adalah kepercayaan penduduk asli Kalimantan Tengah yang hanya terdapat di daerah Kalimantan sehingga untuk dapat diakui sebagai agama maka digabungkan dalam agama Hindu. Penganut Agama Hindu Kaharingan tersebar di daerah Kalimantan Tengah dan banyak terdapat di bagian hulu sungai, antara lain hulu sungai Kahayan, sungai Katingan dan hulu sungai lainnya.
Pendidikan
Geliat dunia pendidikan di Kalimantan Tengah sekarang sedang berkembang dengan pesat. Hal tersebut ditandai dengan bermunculannya berbagai lembaga pendidikan serta keberadaan beberapa Universitas dan Sekolah Tinggi di Kalimantan Tengah.
Universitas Negeri Palangka Raya merupakan Universitas Negeri yang ada di Kalimantan Tengah, selain itu terdapat Universitas Muhammadiyah serta beberapa sekolah tinggi lainnya yang ikut memberikan sumbangan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Tengah, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai serta Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Palangka Raya. Tak lupa pula berbagai Universitas maupun Sekolah Tinggi rintisan yang terdapat di Kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah.
Pemerintahan
Provinsi Kalimantan Tengah dibagi menjadi beberapa Daerah Tingkat II, yaitu:
No.
Kabupaten/Kota
Ibu kota
1
Buntok
2
Tamiang
3
Muara Teweh
4
Kuala Kurun
5
Kuala Kapuas
6
Kasongan
7
Pangkalan Bun
8
Sampit
9
Nanga Bulik
10
Purukcahu
11
Pulang Pisau
12
Sukamara
13
Kuala Pembuang
14
-
Kebudayaan Masyarakat Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah merupakan salah satu dari propinsi-propinsi di indonesia, dan memilki 5 kabupaten, yaitu : Kota waringin Barat, Kotawaringin Timur Kapuas, Barito Utara dan Barito Selatan. Kota Sampit terletak di Kotawaringin Timur. Penduduk Kalimantan Tengah selain orang Dayak yang merupakan penduduk asli daerah ini, masih ada keturunan lain yaitu orang-orang  pendatang seperti orang Melayu, Cina, Madura, Batak, jawa dan lain-lain.
Bagi penduduk asli di Kalimantan tengah, mata pencaharian hidup pada umumnya adalah dengan berladang, bukan hanya laki-laki yang bekerja, tetapi wanita juga ambil bagian dalam mengerjakannya. Orang dayak juga terkenal karena keseniannya yaitu menganyam kulit rotan sehingg menjadi tikar, keranjang dan topi-topi, sebagian besar pekerjaan menganyam ini dilakukan oleh wanita.
Bagi orang dayak, ada beberapa adat dan tradisi yang mereka yakini, yaitu antara lain: membawa senjata tajam ke tempat umum atau saat bertamu ke tempat orang akan dianggap sebagai tantangan bertempur, selain itu jika melukai orang dayak dengan senjata, akan dikenakan denda adapt ang disebut pemampul darah , jika orang yang dilukai meninggal, maka akan ada hokum adapt yang disebut pati nyawa. Selain itu  jika terus menerus mencederai orang lain secara individu akan berubah menjadi urusan kelompok. Karena orang dayak memiliki solidaritas yang tinggi.
Di Kalimantan Tengah ada Budaya yang disebut Budaya Betang. Budaya betang( budaya rumah panjang) adalah system nilai-nilai atau norma kehidupan bermasyarakat berdasarkan kekeluargaan, kebersamaan, kesetaraan dalam masyarakat terbuka yang Bhinnek Tunggal Ik, yang merupakan subkutur dari Pancasila. Alasan kenapa disebut budaya betang ialah karena dalam satu rumah betng basanya diisi ole beberapa keluarga. Dan dalam suatu keluarga itu yan satu dengan yang lainnya harus saling mempunyai toleransi yang besar untuk dapat hidup tenang dan tentram.
Budaya betang merupakan budaya yang mempersatukan suku-suku pulau Kalimantan. Dalam adapt istiadat suku dayak mengajarkan tentang kepedulian dan toleransi dengan masyarakat lain. Dalam kerja adapt istiadat tebagi menjadi dua bagian yaitu :
  1. Habaring Hurung, artinya sebagai tatacara kehidupan saling tolong-menolong  antara sesame warga, khususnya pada peristiwa-peristiwa penting, missal mendirikan sebuah rumah, memberikan bantuan tenaga pada saat sukacita ataupun peristiwa duka.
  2. Royong (gotong-royong), artinya bekerja bersama secara sukarela untuk kepentingan umum, misalnya memperbaiki jalan atau jembatan yang rusak, membersihkan saluran air yang macet dan lain-lain.
Nah dari sebagian tentang kebudayaan yang ada di Kalimantan tengah ini khususnya budaya dayak kita juga perlu menanamkan prinsip seperti  budaya betang agar dapat membangun bangsa yang maju dengan saling bahu membahu pada sesama khususnya di daerah kita sendiri Kalimantan Tengah! budaya ini juga setidaknya dilakukan oleh anak muda sekarang yang mungkin sudah terpengaruh oleh budaya asing.kepada sesama penerus daerah mari kita lestarikan budaya Indonesia khususnya budaya kita di Kalimantan Tengah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar